Resep Sayur Katuk

Sayur katuk merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung serat tinggi.

Bahkan sayuran ini memiliki kandungan vitamin yang cukup lengkap, yakni vitamin A, B dan C. Bahkan para peneliti juga telah menemukan bahkan sayuran ini efektif untuk menyembuhkan influenza.

Tak hanya itu, sayur katuk juga sangat terkenal akan manfaat untuk melancarkan produksi ASI dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan berbagai jenis manfaatnya, ternyata cukup mudah loh untuk memasaknya.

Cara Membuat Daun Katuk - Resep Sayur Katuk

Tak perlu bahan-bahan yang sulit ditemukan, sayur katuk cukup dibuat menjadi sayur bening yang menggugah selera dan tetap menyehatkan.

Bahan-Bahan

Tak hanya kaya manfaat, alasan lain sayur katuk banyak digemari banyak orang adalah karena cara mengolahnya yang cukup mudah.

Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengolah sayur katuk untuk Ibu menyusui:

  • Sayur katuk 
  • Wortel – 1 buah
  • Jagung – 1 buah
  • Daun salam – 1 lembar
  • Temu kunci – 2 ruas
  • Bawang merah – 5 buah
  • Garam
  • Gula pasir
  • Air

Langkah-Langkah Membuat Sayur Katuk

  1. Cuci bersih sayur katuk, wortel, jagung, daun salam, dan temu kunci.
  2. Kupas kulit wortel dan potong bulat.
  3. Pipil jagung sesuai selera.
  4. Geprek 2 ruas temu kunci.
  5. Rebus air hingga mendidih dan masukkan jagung. 
  6. Masukkan temu kunci yang sudah digeprek, daun salam dan irisan bawang merah. Biarkan mendidih.
  7. Setelah mendidih, masukkan potongan wortel dan sayur katuk.
  8. Masukkan gula pasir dan garam sesuai selera. Koreksi rasa.
  9. Sayur katuk siap dihidangkan.

Resep Sayur katuk di atas sangat mudah, bukan?

Namun perlu diingat bahwa ada batasan konsumsi sayur katuk perharinya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi sayur katuk yang berlebih dengan jangka waktu yang sangat panjang secara terus menerus akan menimbulkan akibat fatal.

Oleh sebab itu, batas maksimum untuk mengonsumsi sayur katuk adalah 50 gram per hari. Selain itu, sangat dianjurkan untuk segera mengonsumsi sayur katuk setelah diolah. Hal ini untuk menghindari munculnya zat beracun.

Selama dikonsumsi dalam batas normal, manfaat sayur katuk yang menyegarkan ini masih dapat diperoleh.

Tinggalkan komentar